Total Tayangan Halaman

Senin, 04 November 2013

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (ARTIKEL INDUKTIF-DEDUKTIF)



Tidak Stabilnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

(DEUKTIF)
Rounded Rectangle: A          Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini semakin tidak stabil hal ini disebabkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasinya. Sejak krisis ekonomi tahun 1998 kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik, alih-alih memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia justru bangsa ini malah semakin terpuruk dalam hal pertumbuhan ekonomi.
          Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi ketidakstabilan kondisi ekonomi yang terjadi di Negara Indonesia ini diantanya, inflasi yang terus melonjak sejak krisis 1998, harga bahan baku yang terus meningkat, bahkan akhir-akhir ini harga makanan rakyat seperti tahu dan tempe saja sampai melonjak naik, hal ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam menstabilkan kembali kondisi perekonomian Negara ini.
          Kenaikan harga BBM dan melemahnya rupiah adalah dua moment yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga diperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 berada pada level 5,8%," uja Tieying dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Jumat (13/9)
          Dilansir BI, Perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi di dalam negeri. Setelah mencatat pertumbuhan 6,0% (yoy) pada triwulan I-2013, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 5,8% (yoy) pada triwulan II-2013," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI dalam siaran persnya seperti dikutip Minggu (18/8/2013).
         
Dijelaksan kembali oleh BI, ekspor yang telah dilakukan oleh indonesia meskipun telah tumbuh positif, ternyata masih belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi akibat masih lemahnya permintaan ekonomi global. Ekspor yang belum kuat serta melemahnya daya beli akibat inflasi yang meningkat berpengaruh kepada perlambatan konsumsi rumah tangga dan juga investasi non-bangunan. Diharapkan kedepannya pertumbuhan Indonesia dapat membaik.
         
(INDUKTIF)
 Perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi di dalam negeri. Setelah mencatat pertumbuhan 6,0% (yoy) pada triwulan I-2013, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 5,8% (yoy) pada triwulan II-2013," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI dalam siaran persnya seperti dikutip Minggu (18/8/2013).
          Ekspor yang telah dilakukan oleh indonesia meskipun telah tumbuh positif, ternyata masih belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi akibat masih lemahnya permintaan ekonomi global. Ekspor yang belum kuat serta melemahnya daya beli akibat inflasi yang meningkat berpengaruh kepada perlambatan konsumsi rumah tangga dan juga investasi non-bangunan.
          Semua dampak negatif yang terjadi sebenarnya menegaskan telah terjadinya perlambatan pada bidang ekonomi. Mulai dari tingkat inflasi yang terus melonjak sampai tidak tersedianya barang-barang kebutuhan pokok untuk rakyat kecil, hal ini menunjukan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tidak lebih baik dari Negara-negara di Asia tenggara.
Rounded Rectangle: BKetidakmampuan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi ini menyebabkan kondisi pertumbuhan bangsa ini semakin tidak stabil. Hal ini merujuk kepada ketidakstabilan yang terjadi pada bangsa ini sejak krisis tahun 1998 yang belum kunjung membaik sampai sekarang.
         

Keterangan :
A : kalimat utama paragraf deduktif (kalimat utama berada pada paragraf pertama yang ditebalkan)
B : kalimat utama paragraf induktif(kalimat utama berada pada paragraf terakhir yang ditebalkan)
Referensi :

         
         

Jumat, 04 Oktober 2013

tugas softskill artikel bahasa indonesia

Tidak Stabilnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

(INDUKTIF)
 Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini semakin melambat. Sejak krisis ekonomi tahun 1998 kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik, alih-alih memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia justru bangsa ini malah semakin terpuruk dalam hal pertumbuhan ekonomi.
 Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi ketidakstabilan kondisi ekonomi yang terjadi di Negara Indonesia ini diantanya, inflasi yang terus melonjak sejak krisis 1998, harga bahan baku yang terus meningkat, bahkan akhir-akhir ini harga makanan rakyat seperti tahu dan tempe saja sampai melonjak naik, hal ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam menstabilkan kembali kondisi perekonomian Negara ini.
 Dilansir BI, Perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi di dalam negeri. Setelah mencatat pertumbuhan 6,0% (yoy) pada triwulan I-2013, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 5,8% (yoy) pada triwulan II-2013," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI dalam siaran persnya seperti dikutip Minggu (18/8/2013).
 Dijelaksan kembali oleh BI, ekspor yang telah dilakukan oleh indonesia meskipun telah tumbuh positif, ternyata masih belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi akibat masih lemahnya permintaan ekonomi global. Ekspor yang belum kuat serta melemahnya daya beli akibat inflasi yang meningkat berpengaruh kepada perlambatan konsumsi rumah tangga dan juga investasi non-bangunan. Diharapkan kedepannya pertumbuhan Indonesia dapat membaik.


(DEDUKTIF)
 Perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi di dalam negeri. Setelah mencatat pertumbuhan 6,0% (yoy) pada triwulan I-2013, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 5,8% (yoy) pada triwulan II-2013," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI dalam siaran persnya seperti dikutip Minggu (18/8/2013).
 Ekspor yang telah dilakukan oleh indonesia meskipun telah tumbuh positif, ternyata masih belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi akibat masih lemahnya permintaan ekonomi global. Ekspor yang belum kuat serta melemahnya daya beli akibat inflasi yang meningkat berpengaruh kepada perlambatan konsumsi rumah tangga dan juga investasi non-bangunan.
 Semua dampak negatif yang terjadi sebenarnya menegaskan telah terjadinya perlambatan pada bidang ekonomi. Mulai dari tingkat inflasi yang terus melonjak sampai tidak tersedianya barang-barang kebutuhan pokok untuk rakyat kecil, hal ini menunjukan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tidak lebih baik dari Negara-negara di Asia tenggara.
Ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi ini menyebabkan kondisi pertumbuhan bangsa ini semakin melambat. Hal ini merujuk kepada ketidakstabilan yang terjadi pada bangsa ini sejak krisis tahun 1998 yang belum kunjung membaik sampai sekarang.


Kamis, 21 Juni 2012

E-COMMERCE (TUGAS PKTI 2C)


Pengertian E-Commerce

Definisi E-Commerce menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
Stock online dan surat obligasi, download dan penjualan software, dokumen, grafik, musik, dan lain-lainnya, serta transaksi Business to Business (B2B). (Wahana Komputer Semarang 2002).
Sedangkan definisi E-Commerce menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yaitu: E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations.
Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo: E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelavanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Jumat, 08 Juni 2012

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 12


Adapun kebijakan moneter dan kebijakan fiskal di sektor dalam negeri:
1) Kebijakan Moneter
Sekumpulan tindakan pemerintah di dalam mengatur perekonomian melalui tingkat bunga.
a) Kebijakan Moneter KuantitatifMengatur  tingkat bunga melalui operasi pasar terbuka melaui SBI, merubah tingkat bunga diskonto, merubah presentase cadangan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap bank umum

b) Kebijakan Moneter Kualitatif
Mengatur dan menghimbau pihak bank umum /lembaga keuangan lainnya baik manajemen maupun produk yang ditawarkan untukmendukung kebijakan moneter kuanitatif bank Indonesia
2) Kebijakan Fiskal
Tindakan pemerintah dalam mengatur ekonomi melalui anggaran belanja negara.
·         Macam-macam kebijakan fiskal dalam ekonomi adalah:
1.     Pajak langsung dan pajak tidak langsung
2.     Pajak regresif, sebanding dan progresif
3.     Penerimaan pemerintah, pengendali tingkat pengeluaran masyarakat
4.     Untuk lebih memeratakan distribusi pendapatan dan kekayaan masyarakat.

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 11


 KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH

A.   Kebijaksanaan selama periode 1966-1969

Kebijakan pemerintah pada periode ini lebih diarahkan kepada proses perbaikan dan pembersihan pada semua sektor dari unsur-unsur peninggalan pemerintah Orde Lama, terutama dari paham komunis.  Pada masa ini juga diisi dengan kebijaksanaan pemerintah dalam mengupayakan penurunan tingkat inflasi dari +/- 650% menjadi  +/- 10%.

Selasa, 05 Juni 2012

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 10


PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Kerja sama dalam bentuk hubungan dagang antarnegara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini disebabkan setiap negara tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Selain itu, juga disebabkan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki, iklim, letak geografis, jumlah penduduk, pengetahuan, dan teknologi. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan munculnya perdagangan internasional.

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 9


Perkembangan Dana Pembangunan Indonesia

APBN dapat dibagi menjadi dua : 
  • Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan 
  • Sedangkan dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan 

APBN dibuat agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Hal tersebut perlu diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam negeri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya pembangunan Indonesia.